Banda Aceh (Ar-Raniry) – Kopertais Wilayah V Aceh menyiapkan auditor untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di 39 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Aceh.
Para auditor dibekali kemampuan melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) berbasis risiko guna memastikan tata kelola perguruan tinggi berjalan sesuai standar.
Pembekalan berlangsung melalui Pelatihan Auditor AMI selama dua hari, 3–4 November 2026 di Aula Lantai III Biro Rektorat.
Kegiatan ini diikuti perwakilan 39 PTKIS, terdiri atas pengelola Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan dosen yang terlibat dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
Pelatihan mengusung pendekatan Risk-Based Internal Audit dan Outcome-Based Quality Assurance, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025.
Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, yang juga Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengatakan penjaminan mutu merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap perguruan tinggi. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi harus memastikan seluruh proses pengelolaan perguruan tinggi berjalan sesuai standar.
Menurut Mujiburrahman, perguruan tinggi negeri dan swasta memiliki tanggung jawab yang sama dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Dengan demikian, tidak semestinya terdapat perbedaan standar mutu di antara keduanya.
"Semua perguruan tinggi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Penjaminan mutu diperlukan untuk memastikan prosedur, infrastruktur, dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi benar-benar berjalan sesuai standar," ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan kesempatan yang setara kepada perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia. Peluang tersebut mencakup peningkatan kompetensi dosen, pengembangan program akademik internasional, hingga akses terhadap pendanaan penelitian.
Mujiburrahman mencontohkan kesempatan bagi dosen untuk mengikuti program peningkatan kapasitas, termasuk mengajar di luar negeri dan memperoleh hibah penelitian. Menurut dia, dosen PTKIS memiliki peluang yang sama sepanjang memenuhi persyaratan serta terus meningkatkan kompetensi dan jejaring akademik.
"Kesempatan yang diberikan kementerian antara perguruan tinggi negeri dan swasta pada dasarnya sama. Tinggal bagaimana perguruan tinggi swasta dapat berpartisipasi dan memanfaatkan peluang tersebut," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi harus berdampak langsung pada kualitas layanan akademik dan administrasi kepada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan dan penyelenggaraan pelayanan kampus.
Kualitas layanan, lanjut Mujiburrahman, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tengah persaingan memperoleh mahasiswa baru.
"Tanpa mahasiswa, perguruan tinggi tidak dapat berjalan. Karena itu, seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan, harus memahami bahwa mahasiswa merupakan pihak yang harus mendapatkan pelayanan terbaik," tegasnya.
Ia mengingatkan, persaingan mendapatkan mahasiswa baru semakin menantang. Kondisi tersebut menuntut setiap perguruan tinggi untuk terus berbenah, memperbaiki tata kelola, dan meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap memperoleh kepercayaan masyarakat.
Selain penguatan Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Mujiburrahman juga mendorong PTKIS mempersiapkan diri menghadapi penerapan pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui aplikasi SISTER.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, Kopertais Wilayah V Aceh dijadwalkan mengundang kembali perwakilan PTKIS pada Jumat (6/11) guna mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi SISTER.
Ia berharap pimpinan perguruan tinggi memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut dan mengirimkan perwakilan yang sesuai agar proses pelaporan BKD dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah V Aceh, Dr Bustami Abubakar MHum, mengatakan pelatihan auditor AMI tersebut diikuti sekitar 100 peserta.
Bustami berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas auditor dan pengelola penjaminan mutu di lingkungan PTKIS, sehingga pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal semakin efektif dan berkelanjutan.
Pelatihan ini menghadirkan tim narasumber dari Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Syiah Kuala (USK) yang dipimpin Sekretaris SPM USK, Dr Muhammad Syukri SPd MEd. Tim tersebut terdiri atas sejumlah pakar di bidang penjaminan mutu perguruan tinggi.
Selain Muhammad Syukri, narasumber lainnya ialah Dr Ir Bakhtiar SP MSi IPU, Ir Sri Rachmawati ST MT CIIQA, Dr drh Etriwati MSi, Irhamni SSi MSi, dan Dr Nurlaili SPd MPd CIIQA. [ ]

.jpeg)

0 Komentar